Mardi, korban diterkam harimau ketika menjalani perawatan intensif di rumah sakit.(F:Adami)
Beruntung, dalam insiden penerkaman tersebut, Mardi bisa menyelamatkan diri. Ia berhasil memanjat pohon karet yang tengah disadapnya setinggi tak kurang 3 meter. Informasi yang berhasil dihimpun koran ini, sebelum peristiwa naas tersebut menimpa korban, seperti biasa Minggu pagi sekitar pukul 07.00 WIB, Mardi bersama tiga rekan seprofesi, Sakur (45), Ateng (25), dan Junaidi (45) berangkat menuju perkebunan karet miliknya yang berjarak sekitar setengah kilometer dari perkampungan Dusun Nangko. Setibanya di kebun karet tersebut, mereka pun berpisah dan menuju ke titik lokasi kebun karet yang akan mereka sadap. Mardi pun menuju lokasi kebun yang disadapnya. Ketika itu, ia ditemani seekor anjing piaraannya. Ketika menyadap belum lama, mendadak datang seekor harimau berukuran besar. Harimau tersebut kemudian menerkam Mardi. Paha kiri Mardi sempat terkena cakaran harimau tersebut. ”Saat kali pertama harimau tersebut menerkam paha kiri saya. Anjing saya sempat menyerang harimau tersebut dan saya pun sempat memukul harimau tersebut dengan tangan kanan. Adanya perlawanan anjing saya tersebut, membuat harimau berbalik arah coba mengejar anjing saya. Kesempatan itu pun saya pergunakan untuk naik pohon batang karet yang tengah saya sadap. Baru saja saya naik batang pohon karet tersebut setinggi satu meter, tiba tiba harimau tersebut kembali berbalik arah dan mencokot paha kiri saya. Meski demikian, gigitan harimau tersebut kembali terlepas, saya pun kembali naik batang karet hingga ketinggian tiga meter. Melihat hal tersebut, harimau kembali mengejar anjing peliharaan saya itu,” ungkap Mardi saat dibincangi koran ini di ruang emergency RSUD Abunjani Bangko, kemarin. Usai kejadian itu, darah segar dari ketinggian batang pohon karet yang dipanjat korban pun terlihat mengalir deras. ”Dari atas pohon karet itulah saya menjerit sejadi jadinya meminta pertolongan warga, darah segar terus mengalir,” ungkapnya Jeritan panjang minta tolong korban pun, terdengar ketiga rekannya yang juga tengah menyadap karet yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi kejadian. ”Tak hanya ketiga rekan korban yang coba mendekat, beberapa warga sekitar yang berada tak jauh dari lokasi kejadian pun coba mendekati sumber suara minta tolong korban. Setibanya beberapa warga di lokasi kejadian harimau ganas tersebut terlihat sudah tidak berada di TKP. Yang jelas saya baru turun dari batang pohon karet tersebut, saat warga sudah berdatangan. Sekitar 5 menitlah saya bertahan di atas pohon karet itu, ” jelasnya. Akibat diterkam harimau tersebut, Mardi mengalami dua luka robek tercabik di bagian paha kiri. Lukanya pun harus dijahit sebanyak 80 jahitan Kapolsek Sungai Manau AKP Johan membenarkan warga Pangkalan Jambu nyaris tewas diterkam harimau. ”Korban saat ini sudah dirujuk ke RSUD Abunjani Bangko, guna mendapatkan perawatan intensif. Sedangkan suasana perkampungan Dusun Nangko, sudah mulai kondusif dan hingga saat ini beberapa aparat Polsek Sungai Manau masih berjaga jaga di lokasi kejadian guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan,” ujar Johan. Hanya saja saat ini, warga masih belum berani melakukan aktivitas, akibat shock berat atas kejadian itu. Dan satu informasi lagi, anjing milik Mardi selamat hanya mengalami sedikit luka ringan akibat berkelahi melawan harimau,” pungkasnya. (Adami) |
Minggu, 12 Februari 2012
Lagi, Harimau Terkam Warga Merangin
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar